oleh

Dari Sosialisasi Perda Kepariwisataan!! Jayadi Dorong Wisata Pantai Tanjung Ngalo Go Internasional

Wartadedikasi.Com,Mamuju- Pengembangan sektor Pariwisata menjadi skala prioritas pembangunan daerah. Untuk mendukung.program tersebut Gubernur.Sulawesi barat menerbitkan Peraturan Daerah Provinsi Sulawesi Barat nomot 1 tahun 2019 tentang Rencana induk Pembangunan Kepariwisataan provinsi Sulawesi Barat 2018-2025.

Sehubungan dengan hal tersebut, H.Muhammad Jayadi SAg,SH,MH menggelar Sosialisasi Perda tentang Kepariwisataan tersebut yang diselenggarakan di Pantai Tanjung Ngalo di desa Dungkai kecamatan Tapalang Barat turut hadir diantaranya Tenaga Ahli DPRD Sulbar,Kamiruddin Al Islam serta Abdullah Kancam diknas kecamatan Simboro,Kades Ahu dan Kades Dungkai serta tokoh masyarakat tokoh pemuda dan warga sekitarnya, Minggu,22/11/2020.

Pada kesempatan tersebut H Muhammad Jayadi Anggota DPRD Provinsi.Sulawesi Barat dari Fraksi NasDem menjelaskan bahwa dalam tugasnya sebagai anggota DPRD selain tugas-tugasnya di kantor juga tentunya bersentuhan langsung dengan masyarakat di lapangan baik itu sifatnya Reses ataupun Sosialisasi sebagaimana yang dilakukan pada hari ini,kata Jayadi mengawali sosialisasinya.

Menurut Jayadi bahwa sejak Provinsi Sulawesi Barat terbentuk tahun 2004 lalu, beberapa produk Peraturan Daerah telah banyak dilahirkan DPRD sesuai fungsi legislasi seperti halnya Perda nomor 1 tahun 2019 yang memuat 11 bab yang terdiri 57 pasal dan telah ditandatangani Gubernur pada bulan februari 2019 lalu dan sudah ada petunjuk pelaksanaannya tahun 2020 ini.sehingga Perda ini sudah berlaku.

Berbicara tentang Kepariwisataan di Sulbar sesuai kesepakatan berdirinya Sulbar dimana Destinasi Pariwisata ditetapkan Kabupaten Mamasa, namun demikian sejumlah kawasan Wisata strategis juga dalam kategori Wisata Alam,Wisata Budaya dan Wisata Buatan yang tersebar dibeberapa kabupaten misalnya Tanjung Ngalo untuk Kabupaten Mamuju.

Kawasan Wisata Tanjung Ngalo adalah suatu anugerah Allah yang harus dijaga dan dilestarikan, Namun tantangan yang dihadapi kedepan perlu mendapat perhatian agar kedepannya bisa menjadi tujuan wisatawan domestik dan wisatawan mancanegara

Pertanyaannya kemudian apakah masyarakat sudah siap menerima kunjungan wisatawan luar khususnya dari manca negara yang tentunya masuk ikut membawa gaya dan budayanya misalnya kebiasaan memakai pakaian terbuka atau bikini yang tentu masih asing bagi masyarakat lokal.Olehnya itu diperlukan upaya memfilter budaya asing melalui penguatan keagamaan.

Selain itu perlu pula dikembangkan wisata edukasi yang sejalan kebijakan medikbud Makariem yaitu merdeka belajar yang mengisyaratkan agar guru lebih kreatif untuk pembalajaran out door misalnya membawa siswa belajar mengenal alam dengan mengunjungi kawasan wisata.

Untuk mendorong percepatan pengembangan wisata Tanjung Ngalo yang masuk dalam pengembangan kawasan strategis Pariwisata di provinsi Sulawesi Barat, maka implementasi Perda harus dimaksimalkan perlu didorong agar masyarakat membentuk Forum Pariwisata untuk mendapatkan bantuan permodalan terutama bagi UMKM dan penggiat budaya dan berkordinasi dengan stake holder pariwisata misalnya perhotelan dan restoran.

Jayadi mengapresiasi pemerintah Kabupaten Mamuju dibawah kepemimpinan Bupati Habsi Wahid atas upayanya membangun sarana sarana transportasi jalan beton sehingga akses ke lokasi kini semakin lancar.

Potensi Tanjung Ngalo untuk menjadi kawasan strategis Pariwisata sudah dipersiapkan bupati Mamuju dalam bentuk Master plan dan bila sudah direalisasikan pembangunannya bukan mustahil Go Internasional seperti kawasan kuta Bali apalagi Ngalo sudah dikenal luas karena selain dikenal daerah dengan keindahan alamnya juga dikenal nuansa mistis.

Dari Sosialisasi tersebut sejumlah harapan dan pertanyaan diajukan diantaranya bagaimana upaya menanggulangi masalah sampah untuk menjaga keasrian,Keindahan kawasan, juga terbukanya akses penggunaan data dan jaringan wifi untuk.memudahkan pengunjung saat berada di lokasi tersebut.demikian juga dengan pembinaan seni budaya tradsional seperti tarian khas dan Pencak Silat dan tidak kalah pentingnya adalah dukungan pada UMKM untuk Wisata kuliner makanan khas setempat.

Menanggapi hal tersebut,Jayadi menjelaskan bahwa sesuai perda maka manajemen pengelolaan wisata diserahkan pada pemerintah Desa termasuk masalah kebersihan di kawasan,sementara untuk pengembangan Infrastruktur dan akses trasnportasi dan juga sarana pendukung lainnya seperti pembuatan Pasar wisata untuk produk lokal menjadi tanggung jawab pemerintah Provinsi dan kabupaten dengan menggandeng Penanaman Modal dan investasi.

Jayadi mengharapkan investor dan masyarakat menangkap peluang ekonomi dan bisnis dari kawasan wisata Ngalo melalui kegiatan indutri rumah tangga seperti kuliner dan kelompok seni budaya dan jejaring lainnya, pungkas Jayadi.

Editor: Damsir/wd

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *