oleh

Genjot Produksi Kedelai Berskala Besar Pemprov Sulbar Gandeng Investor

Disiapkan 2.250 ton bibit kedelai untuk 50 ribu hektar lahan di empat kabupaten, yakni Polewali Mandar, Mamuju, Mamuju Tengah dan Pasangkayu.

Wartadedikasi.Com, Polman Keseriusan Pemerintah Untuk menjadikan Sulawesi Barat sebagai salah satu kawasan sentra produksi Nasional untuk Tanaman Kedelai terintegrasi dalam Program pengembangan tanaman kedelai berskala besar di Sulbar dan Tahap awal dimulai di Desa Sumberjo ditanam di atas lahan seluas lima hektar dengan menggandeng mitra PT. Agro Multi Gemilang Plantation

Pencanangan tersebut ditandai dengan Penanaman pertama bibit kedelai oleh Gubernur Sulbar Ali Baal Masdar bersama Bupati Polewali Mandar, Andi Ibrahim Masdar dan Direktur PT. Agro Multi Gemilang Plantation, Petrus Jhandra MBA dan Forkopimda Sulbar di Desa Sumberjo, Kecamatan Wonomulyo, Kabupaten Polewali Mandar, Rabu, 22 Juli 2020.

Gubernur Sulbar Ali Baal berharap dengan adanya program ini, kendala yang dihadapi petani dalam pengembangan kedelai sudah dapat teratasi, sehingga akan melancarkan upaya dalam pengembangan ekonomi daerah, khususnya di sektor pertanian yang menjadi tulang punggung perekonomian Sulbar.

Ali Baal menyampaikan apresiasi dan terimakasih kepada pihak Investor sebagai mitra atas kesediaan bersinergi untuk pembangunan pertanian di Sulbar, khususnya pengembangan komoditi kedelai,” ucapnya.

” Pemprov Sulbar senantiasa membuka ruang bagi para investor pelaku usaha untuk menjalin kerjasama dengan stakeholder lainnya untuk memulihkan semangat para petani dan masyarakat dalam menekuni usaha yang beradaptasi pada kebiasaan baru di tengah pandemi Covid-19,” harap Ali Baal Masdar

Sebanyak 2.250 ton bantuan bibit kedelai disiapkan untuk 50 ribu hektar lahan di empat kabupaten, yakni Polewali Mandar, Mamuju, Mamuju Tengah dan Pasangkayu.

Bupati Polewali Mandar, Andi Ibrahim Masdar, mengemukakan, untuk lahan yang akan disediakan bagi tanaman kedelai skala besar, Kabupaten Polewali Mandar hanya mampu menyediakan lahan seluas 35 ribu hingga 40 ribu hektar dan itu sudah dilakukan secara maksimal dimulai dari tanah dataran hingga pengunungan.

Andi Ibrahim Masdar berpendapat terkait pelaksanaan program ini, menurutnya dalam model kerjasamanya perlu ada kepastian asuransi bagi petani.
” Hal itu perlu dipastikan sehingga tidak menimbulkan suatu permasalahan di kemudian hari ”tandasnya.

Petrus Jhandra MBA, Direktur PT. Agro Multi Gemilang Plantation berharap melalui kegiatan budidaya tanaman kedelai dari hulu ke hilir yang dicanangkan ini dapat berjalan sesuai harapan bersama, iapun berharap agar para petani Kedelai dapat lebih dimudahkan dalam pemberian bantuan dana dari perbankan, seperti dana KUR,” pungkasnya.

Pada Kegiatan di Sumberjo tersebut turut dihadiri Anggota DPD RI Dapil Sulbar, Ajbar, Wakil Ketua III DPRD Sulbar, H.Abdul Rahim, anggota DPRD Sulbar, Hatta Kainang, Wakil Ketua DPRD Polman, Asisten II Pemprov Sulbar, Hamzah, sejumlah pimpinan OPD Pemprov Sulbar, serta undangan lainnya.(*/hms/wd)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *