by

Kades Muh Yusuf, Tokoh Dibalik Suksesnya Kayuangin menjadi Desa Wisata

Wartadedikasi.com , Mamuju – Bila menyebut nama Desa Kayuangin, maka yang tergambar dibenak kita adalah sebuah desa yang asri dan pemandangannya menarik. Apalagi keberadaan Bendungan yang membentang di Desa Kayuangin, Kecamatan Malunda, Kabupaten Majene kini tak semata befungsi sebagai irigasi bahkan Aparat desa setempat menyulap tempat ini menjadi wisata air yang sangat menarik.

Desa Kayuangin yang berjarak sekitar 100 kilometer atau sekitar dua jam dari Majene dan kurang lebih 50 kilometer dari Mamuju ibukota provinsi Sulbar, kita tidak hanya disuguhkan panorama alam yang hijau nan indah dari pinggir bendungan. Bahkan para pelancong juga bisa menikmati langsung sambil mengarungi sungai dengan sepeda bebek air yang disewakan dengan cukup terjangkau di sana dan telah menjadi tempat wisata alternatif bagi masyarakat.keluarga,

Dibalik kesuksesan desa tersebut tidak lepas dari campur tangan aparat desa dibawah komando Muhammad Yusuf selaku Kepala Desa Kayuangin yang kini sudah dijabatnya selama dua periode.

Yusuf mengungkapkan bahwa desa Kayuangin dulunya adalah bagian dari wilayah kelurahan Malunda, namun sejak dimekarkan pada tahun 2011 kini kayuangin berpacu mengejar pembangunan desa bahkan bupati Majene Fahmi Massiara menyebut desa kayuangin adalah satu dari sekian desa yang inovatif di tahun 2018 silam.

Kini desa kayuangin terbagi kedalam beberapa dusun yakni dusun Tammalassu, dusun pebbatean barat, pabbeteang Timur, pettabeang ipu, dusun kayu Angin Selatan dan Dusun kayu angin Utara yang didiami oleh sebanyak 360 kepala keluarga atau 1572 jiwa.Dan mengelola dana desa sebesar 900 juta rupiah.

Dimata masyarakat kayuang, pak kades Muh Yusuf adalah seorang pekerja keras dan senantiasa memperhatikan kepentingan warganya bahkan terkadang beliau membantu membayarkan pajak warganya yang tidak mampu dari uang SPPD nya setiap kali Ia dinas luar.

Meski demikian, pihaknya juga tidak menampik jika di tengah masyarakatnya ada yang pro dan kontra dengan Pemerintahannya.sebagai dampak dari pilkades lalu. Namun pihaknya mengganggap itu adalah hal yang biasa dan lumrah saja ” bagaikan sayur dan Garam ” yah wajar saja jika Di desa Selalu saja ada pihak Pihak yang tidak Senang dengan dirinya Apalagi Pada Masa Pilkades pungkasnya. ( edi/wd)

Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *