oleh

Kajati Sulbar Penyuluhan Hukum Di Mamasa, Gandeng Kemenag dan BNNP Sulbar

Wartadedikasi.Com, Mamasa- Penyuluhan Hukum gencar dilakukan Kejaksaan Tinggi Sulawesi Barat dan Kali ini menyisir Kabupaten Mamasa dengan menggandeng Kanwil kementerian Agama Provinsi Sulawesi Barat serta BNNP Sulbar guna melaksanakan kegiatan penyuluhan hukum di Kandep Agama kabupaten Mamasa, Rabu, 29/07/2020.

Kunjungan Kepala Kejaksaan Tinggi Sulbar, Darmawel Aswar.SH.MH bersama Kakanwil Kemenag Sulbar, DR.M Mufli.Bf.MM, Kepala BNNP Sulbar, Kombes Drs.Sumirat Dwiyanto.M.Si ke Kabupaten Mamasa, dalam rangka penyuluhan Hukum di lingkungan Kemenag kabupaten Mamasa.

Acara berlangsung pada pukul 14.40 Wita di Aula kantor Kemenag Mamasa dengan di dahului dengan sambutan kakanwil Kemenag sulbar DR.H.M Muflih.BF.MM, dilanjutkan penyuluhan oleh Kepala BNNP Sulbar dengan materi Penyalahgunaan Narkoba di lingkungan pegawai Kemenag Kabupaten Mamasa yang berjumlah 37 orang. Sebagaimana di sampaikan Amiruddin Kasi Penkum Kajati Sulbar via whatsapp.

Kepala Kejaksaan Tinggi Sulbar menjelaskan Peranan Kejaksaan Tinggi Sulawesi Barat dalam memajukan pembangunan di Provinsi Sulawesi Barat, yang mengawal dari bidang hukum.

Namun pada intinya, Kata Darmawel bahwa tindak pidana Korupsi bisa saja terkait dengan tindak pidana Narkotika, misalnya pada lingkungan kerja Kemenag sebagai PPK/ bendahara misalnya, bisa saja karena beban berat sehingga untuk bekerja ia memakai Narkoba yang diperoleh dengan cara membeli narkoba dengan memakai uang kantor, jelas Kajati.

Lanjut Darmawel, Kajati Sulbar katakan saat ini pemerintah tengah melakukan realokasi dan refocusing anggaran, karena itu Kajati minta agar di lingkungan kerja Kemenag dapat lebih berhati-hati melaksanakan penggunaan anggaran khususnya pembelian barang terkait penggunaan recofusing tersebut misalnya pembelian Termogun yang harganya sekarang melambung tinggi dimana sebelumnya cuma 200 ribu sekarang harganya melambung 2 juta, sehingga perlu kehati- hatian dan mempelajari DIPA dalam pelaksanaan recofusing.

Darmawel mengingatkan Perbuatan Korupsi tidak hanya membebani diri kita sendiri tetapi akan terkait dengan keluarga kita, sehingga bisa saja dampaknya ke keluarga kita misalnya pada anak-anak nanti akan di bully dilingkungan sekolahnya sehingga bisa saja dampak tersebut bisa menjurus menggunakan Narkoba, sehingga dampak korupsi itu cukup besar sehingga menimbulkan masalah cukup besar, jadi kita hidup sewajarnya saja, pungkas Darmawel, Kajati Sulbar (edi k/wd)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *