oleh

Karena Covid-19 Bazda Mamuju Salurkan Zakat lebih Cepat Dari Biasanya dan Terima Zakat Online

Majelis.Ulama sudah memfatwakan bahwa Umat Islam yang tidak mau tunaikan kewajibannya ber-Zakat maka berhati-hatilah karena sesungguhnya mereka itu adalah Perampok.yang Nyata.Karena di dalam sebagian hartanya ada hak anak yatim dan Fakir Miskin

Wartadedikasi.Com, Mamuju- kepala Badan Amil Zakat Daerah Kabupaten Mamuju, H Arifin HP Dara menjelaskan pendistribusian Zakat tahun ini sedikit berbeda bila dibanding dengan tahun lalu. Pada tahun lalu pembagian Zakat dilaksanakan diatas tanggal 10 Ramadhan. Namun tahun 2020 ini apalagi di masa pandemi Covid-19 ini bukan saja awal Ramadhan bahkan sebelum ramadhan pun sudah mulai kami bagikan.

Bupati Mamuju selaku Pembina Bazda Kabupaten Mamuju menyampaikkan agar mempercepat proses penyaluran Zakat bagi para penerima terutama bagi masyarakat yang masuk kategori yang kondisi ekonominya sangat memperihatinkan dalam memenuhi kebutuhan pokoknya saja agak berat.

H Arifin HP Dara menjelaskan bahwa pada bulan April lalu pihak Bazda Mamuju sudah membagikan sekitar 3 Ton beras, gula, Susu, Minyak, Biskuit, dan Popo (Pampers). Nah khusus untuk Popo Ini, Kami Peruntukkan bagi mereka penderita disabilitas yang tinggi termasuk penderiya gizi buruk.

Selain Itu ada juga program Bantuan Sepertiga Bulan (1/3 Bulan) namanya yang kami berikan, misalnya yang baru baru ini kami salurkan kepada seorang Nenek peminta-minta warga balatedong pantai kecamatan Kalukku yang sangat layak di bantu. Bayangkan kalau dia pergi mengemis dia kadang tidak tahu jalan pulang Kerumahnya sendiri dan Umurnya sudah lebih 80 tahun sementara anaknya Cacat dan Cucunya gila. Jadi kita kasih beras, telur,dan lainnya.

Dan bantuan sepertiga bulan ini juga kami berikan pada Pesantren, ada 60 orang Penderita disabilitas yang kami bantu dan kamin anggap tidak mampu. Bahkan terkadang kalau kami datamg membawa bantuan, Baru Dipintu saja dia sudah menangis dan kami sangat terharu, ujar H.Arifin.

Selain bantuan Per Tiga Bulan. Ada juga bantuan insidentil atau sifatnya
Dadakan seperti misalnya pasien Akut atau Kritis yang harus dirujuk Ke Makassar, asalkan bisa Melengkapi persyaratan berupa KTP, Kartu Keluarga dan ada Rujukan SKTM maka Kita tanggung Mobil ambulance dan Tenaga Medis pengantarnya dan kalau Sudah sehat kita jemput lagi.

Pernah juga Ada Pasien seorang Anak yang sudah operasi usus Buntu dan sudah sembuh namun tidak bisa pulang lantaran tidak ada biayanya bayar Rumah Sakit yah Kita Bantu Juga begitupun Pernah ada Mayat yang di tahan di Transmigrasi dibonehau kita bantu biayanya.

Ada juga Orang yang Mau melahirkan melapor Ke kami Karena mereka tidak punya kendaraan kita jemput, juga Pernah Ada Anak SD dari Pulau kita jemput di pelabuhan kita fasilitasi biayanya,

Juga pernah ada kejadian seorang pendatang dari Makassar orang Jeneponto kami pun bantu karena tiba Mamuju setelah datang mencari suaminya dia Ingin pulang Ke Makassar tidak punya Uang kami bantu juga tanpa memandang dari mana asalnya, toch ini bukan uang saya kan. saya hanya mengaturnya untuk membamtu sesama.

Salah satu yang dilema bagi kami kami hadapi belum lama ini yakni dalam pembagian sembako yaitu paket beras 5 kilogram, Gula pasir, Susu dan Minyak Goren juga ada Teh.Yang jadi dilema adalah ketika sebagian masyarakat yang ada di kelurahan datang meminta jatah pada kami lantas namun ironisnya setelah masyarakatnya datang.ehh menyususl lagi pak Lurahnya datang Jadinya kacau karena kami tidak mengetahui persis siapa masyarakat yang datang dan dapat jatah dan siapa yang tidak dapat kalau begitu caranya, ungkap.H Arifin HP. Dara.

Begitu pula dengan Penyampaian dari Bupati di Group whatsapp yang mengatakan bagi Kecamatan yang belum dapat bantuan bisa meminta di Bazda Mamuju.Padahal kami tak pernah mengatakan seperti Itu.

Menurut H Arifin HP Dara bahwa Zakat bagi para ASN di Mamuju itu sudah diatur dalam Perda No 8 tahun 2009 yang menjelaskan ketentuan bahwa bagi ASN yang Gajinya 4 juta rupiah keatas itu dipotong 2,5 persen sedangkan dibawah 4 juta itu rata-rata potongannya sebesar Rp. 37.500.

H Arifin HP Dara mengingatkan masyarakat bahwa tidak sah rasanya jika Zakat kita dibawa keluar Mamuju, sementara kita tinggal dan Makan di Mamuju, Masa ber-Zakatnya dilakukan keluar Mamuju. Tapi kalau untuk penyaluran Sedekahnya yah boleh-boleh saja. Jadi sekali kepala Bazda Mamuju ingatkan kepada Masyarakat Mamuju bahwa berzakat fitra harus di Mamuju juga. Ungkap H Arifin.HP Dara.

Kami juga telah menghadap ke pak Bupati menyampaikan harapan kami agar Penyetoran Zakat Bagi ASN dapat lebih di.maksimalkan apalagi dalam suasana pandemi Covid 19 ini.
Karena itu H Arifin HP Dara menyampaikan Harapannya agar kiranya Umat Islam di Mamuju kiranya dapat menyalurkan Zakat-nya di Bazda Kabupaten Mamuju di Jalan KS Tubun No 35 kode Pos 91511. Dan jika berhalangan datang, Pihak Bazda Mumuju menyiapkan layanan Kontak agar bisa kita Jemput. Bisa Juga Disetor atau transfer ke Bank sekiranya Zakatnya dalam bentuk uang Cash dikirimkan ke rekening Bazda Mamuju.

Dan kantor Bazda Mamuju terbuka setiap hari bahkan sampai hari ahad pun kami menunggu terus di kantor bagi para Pemberi Zakat. Apalagi ini sudah menjelang akhir Ramadhan. Seperti penyerahan Zakat Fitra, Fidia, Infak dan Sedekah.

Jangan sampai ada yang mengaku umat Islam dan layak ber-Zakat tapi tidak mau ber-Zakat. Karna Majelis.Ulama sudah memfatwakan bahwa Umat Islam yang tidak mau tunaikan kewajibannya ber-Zakat maka berhati-hatilah karena sesungguhnya mereka itu adalah Perampok.yang Nyata.Karena di dalam sebagian hartanya ada hak anak yatim dan Fakir Miskin, terang H Arifin.HP Dara.(tim/wd)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *