oleh

Kemenkes Berlakukan Tarif Tertinggi Untuk Biaya Rapid Tes Antibodi Sebesar 150 Ribu

Dirjen Pelayanan Kesehatan meminta kepada Semua pihak yang terkait agar menginstruksikan kepada Fasilitas Pelayanan Kesehatan agar taat mengikuti ketentuan Harga Yang Ditetapkan Kementerian.

Wartadedikasi.Com, Jakarta – Sejak New normal diberlakukan Pemerintah, maka aktivitas masyarakat perlahan mulai bergerak kembali. Namun masyarakat terkendala lantaran di syaratkan memiliki bukti Pemeriksaan Bebas Covid19 melalui Rapid Tes Antibodi terkhusus bagi mereka yang akan melakukan perjalanan antar kota dalam negeri.

DR.Bambang Wibowo, SP.OG (K), MARS Dirjen Pelayanan Kesehatan Kementerian Kesehatan dalam edarannya menjelaskan bahwa dalam penanganan Corona Virus Disease 2019 ( COVID19) di Indonesia maka penggunaan Rapid test Antigen dan Rapid Test Antibodi dimaksudkan bagi masyarakat yang diduga ada kontak dari pasien terkonfirmasi COVID19. Dan Penerapan Rapid Test Antigen dan Rapid Test Antibodi dapat digunakan untuk menapis adanya infeksi Covid19 dalam kelompok Orang tanpa Gejala(OTG), Orang Dalam Pengawasan (ODP) dan Pasien dalam Pengawasan (PDP) pada wilayah yang tidak mempunyai fasilitas untuk pemeriksaan Rapid Test PCR atau tidak mempunyai Media pengambilan Spesimen (SWAB dan atau VTM). Pemeriksaan Rapid Test hanya merupakan Penapisan awal.

Hasil Pemeriksaan Rapid Tes harus tetap dikonfirmasi dengan menggunakan tes lebih dahulu.
Rapid Tes Antibodi dapat dilakukan di fasilitas pelayanan kesehatan atau diluar pelayanan kesehatan masyarakat selama dilakukan oleh tenaga kesehatan yang memiliki konpetensi.

Harga yang bervariasi untuk melakukan pemeriksaan Rapid Test Antibodi menimbulkan kebingungan di masyarakat. Untuk itu diperlukan peran serta pemerintah dalam masalah tarif pemeriksaan RTA agar masyarakat tidak merasa dimanfaatkan untuk mencari keuntungan.

Olehnya itu kementerian kesehatan khususnya Direktorat Jenderal Pelayanan Kesehatan mengeluarkan Surat edaran nomor HK.02.02/I/2875/2020 Tentang Tarif Tertinggi Rapid Test Antibodi. yang mengacu kepada Peraturan Pemerintah nomor 21 tahun 2020 tentang PSBB, Keppres Nomor 12 tahun 2020 tentang Penetapan Bencana Non Alam Penyebaran Covid19 Sebagai Bencana Nasional dan Keputusan Menteri Kesehatan tentang Pedoman Pencegahan dan Pengendalian Covid19).

Dengan adanya Surat Edaran dari Kementerian Kesehatan memberikan kepastian bagi masyarakat dan pemberi layanan pemeriksaan Rapid tes Antibodi agar tarif yang ada dapat memberikan jaminan bagi masyarakat agar mudah untuk mendapatkan layanan pemeriksaan.

Sehubungan dengan hal tersebut Kementerian Kesehatan meminta kepada pihak-pihak yang terkait agar menginstruksikan kepada Fasilitas Pelayanan Kesehatan agar dalam memberikan pelayanan senantiasa taat mengikuti ketentuan batasan tarif tertinggi untuk pemeriksaan Rapid Test Antibodi sebesar Rp.150.000 (seratus lima puluh ribu rupiah) dan ketentuan ini berlaku sejak ditetapkan tanggal 6 juli 2020, Jelas Dirjen Bambang Wibowo.

Dirjen Pelayanan Kesehatan dalam edaranya meminta agar seluruh Kepala dinas baik di provinsi maupun di kabupaten agar dapat mengingatkan kepada fasilitas pelayanan kesehatan agar mengikuti ketentuan tarif tersebut.(dms/wd)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *