oleh

Rutan Mamuju terapkan Lockdown Internal Juga Kawal Proses Asimilasi Napi

O. Saat ini Rutan Mamuju sudah melepas sebanyak 46 Orang Narapidana dengan pembebasan bersyarat.

O. Kita tidak menerima tamu dulu untuk Pembesukan, namun kita tetap menyediakan sarana untuk Para Napi jika ada yang ingin berkomunikasi dengan leluarganya dengan video conference

O. Proses Persidangan itu tetap berjalan Namun kita lakukan dengan Sidang Online. Semua tahanan ini gak ada lagi yang keluar untuk mengikuti proses persidangan.

Wartadedikasi.Com, Mamuju – Sejak mewabahnya Covid-19 Rumah Tahanan Negara (Rutan,red) Mamuju menerapkan Lockdown secara internal dengan membatasi pergerakan keluar masuk Rutan guna memutus mata rantai Covid19. Sebagaimana ditegaskan Gusti Lanang Agus Cahyana
kepala Rutan Mamuju. Jumat 16/05/2020.

” Upaya kami untuk mengatasi Covid-19 ini, kita memberlakukan Lockdown internal, jadi kita tidak menerima tamu dulu untuk Pembesukan, namun kita tetap menyediakan sarana untuk Para Napi jika ada yang ingin berkomunikasi dengan keluarganya, Ada aplikasi Video call yang kami siapkan”, terang Gusti Lanang Agus Cahyana.

Selanjutnya sesuai keputusan Dirjen Pemasyarakatan agar kami tidak menerima dulu titipan tahanan dari Kepolisian, Kejaksaan dan BNN dan
Ini sesuai hasil MOU dari Kejaksaan ,Kapolri Dan Mahkamah Agung.

Begitupun dengan proses Persidangan itu tetap berjalan Namun kita lakukan dengan Sidang Online. Semua tahanan ini gak ada lagi yang keluar untuk mengikuti proses persidangan.

Asimilasi 46 Napi Sudah di bebaskan bersyarat

Dengan mengacu pada Kebijakan tentang Asimilasi sesuai peraturan Kemenkumham. Saat ini Rutan Mamuju sudah melepas sebanyak 46 Orang Narapidana dengan pembebasan bersyarat. Adapun para Napi yang dibebaskan tersebut terdiri atas pidana Umum seperti Narkoba, Pencurian, dan kejahatan lainnya.Terkecuali untuk Perkara Korupsi ini sifatnya Khusus.

Untuk Tindak Pidana Korupsi ini bisa di berikan Asimilasi setelah melalukan pembayaran Uang Pengganti atau Denda sesuai keputusan Hakim pengadilan dalam putusannya dan Untuk Mamuju sampai hari ini belum ada yang kita bebaskan perhari ini, jelas Gusti Lanang, Kepala  Rutan Mamuju.

Lanjut Gusti Lanang sampaikan bahwa Rutan Mamuju saat ini sudah over kapasitas yah Sebenarnya daya tampung idealnya hanya 140 org namun terkadang sampai 230-240 napi.yang di tampung. Namun demikian sesuai petunjuk dari kementerian hukum.dan Ham kami lakukan proses Asimilasi atau pembebasan bersyarat bagi para Napi yang sudah menjalani dua pertiga masa tahanan dan berlaku sebelum akhir desember 2020.

Mengenai Kekhawatiran masyarakat terkait Mereka para Napi yang diberikan Asimilasi, jangan khawatir karena merela keluar juga sudah membuat surat Jaminan dari Keluarga untuk tidak mengulangi perbuatannya, selain itu ada Surat Penelitian Masyarakat LINMAS dari BAPAS. Dimana dalam surat Jaminan dari Keluarga Itu tertuang ketentuan agar mereka tidak meninggalkan rumah selama masa Asimilasi yang diberikan. Begitupun
dalam masa Asimilasi ini pihak kami juga tetap menjalin Kordinasi dengan Kepolisian, Kejaksaan dan BAPSA dalam hal pemantaun terhadap para Napi yang di bebaskan bersyarat itu.

Pemerintah sudah memberikan kebijakan berupa pembebasan bersyarat, jadi para Napi yang dapatkan kebebasan ini agar menyadari dan memanfaatkan momentum ini untuk bertaubat tidak lagi mengulangi hal yang berujung pada proses Pidana. Lakukanlah yang terbaik jadikan Proses hukum yang dijalani sejak awal kasus sampai di tahan di Rutan ini sebagai pelajaran berharga dan menjadi.manusia yang lebih baik, pungkas Gusti Lanang Agus. (Edi/wd)

banner 728x90

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *