oleh

Manfaatkan BOS Untuk Danai Kegiatan Belajar Siswa Via Daring dan Luring

Wartadedikasi.Com, Mamuju- Aktivitas Pendidikan merupakan salah satu yang turut merasakan dampak dari Pandemi Covid-19, dimana proses belajar mengajar yang selama ini berlangsung di ruang kelas ditiadakan digantikan Pembelajaran Via Online atau Dalam Jaringan (Daring) dan Luring (Luar Jaringan) atau offline ,ungkap Nurding Kepala Bidang Pendidikan Dasar Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga (Disdikpora) Kabupaten Mamuju saat dikonfirmasi di ruang kerjanya, rabu 03 juni.

” dalam masa Pandemi Covid 19 ini, Kami Dari Dinas Pendidikan Menerapkan dua program utama dalam proses Belajar Mengajar yakni dengan Daring dan Luring hal ini mengacu kepada edaran menteri pendidikan dan kebudayaan “, kata Nurding.

Menurut Nurding, penerapan Sistim belajar DARING ini diperuntukkan bagi daerah yang memiliki akses Internet dimana para guru memberikan pelajaran kepada siswa-siswinya dari rumah masing-masing.
Namun sebaliknya bagi daerah yang masih kesulitan mengakses jaringan maka kami menerapkan pemnelajaran dengan Luring dimana para guru melakukan pembelajaran secara offline yakni mendatangi para siswa-siswinya memberikan pelajaran dan tugas di rumah masing-masing.

Sementara untuk melaksanakan Kedua program baik Daring dan Luring jelas membutuhkan biaya, namun berdasarkan edaran mendikbud dimana para kepala Sekolah dan guru dimungkinkan untuk menggunakan Dana yang bersumber dari Biaya Operasional Sekolah (BOS) untuk membiayai setiap Aktifitas yang di timbulkan oleh kegiatan tersebut begitu juga buat Penyediaan APD dan Penyemprotan di Sekolah masing Masing, ungkap Nurding.

” Kemarin memang ada sedikit ke kekeliruan yang dilakukan sebagian Kepala Sekolah dalam Memahami Isi Surat Edaran Kemendikbud yang memerintahkan mereka Untuk meliburkan siswa-siswinya. Nah Di sini Kekeliruannya adalah sebagian Kepala Sekolah memahami bahwa Selain Siswa Dan siswi yang diliburkan Selama masa Pandemi ini , para guru dan Kepala Sekolah juga ikut diliburkan, padahal.Sebenarnya yang diliburkan itu hanya Siswa-siswi saja”, Jelas nurding.

Terkait penggunaan Anggaran Dana BOS, biasanya sebelum masa Pandemi Covid-19 ini pihak sekolah melaporkan Laporan Pertanggung jawaban setiap Bulan kepada Pengelola Dana BOS di Kabupaten untuk dievaluasi, Namun saat Ini para Kepala Sekolah diwajibkan melaporkan kegiatan disekolahnya dalam setiap minggunya bahkan para guru pun harus memperlihatkan dokumentasi dari proses kegiatan Di wilayahnya yang tujuannya sebagai LPJ nya ,terang Nurding.

Bahkan dalam mengawal aktivitas pembelajaran dimasa Covid19 ini, selaku Kabid Dikdas disdikpora Mamuju pihaknya lebih ketat memantau apakah proses during dan Luring berjalan dengan baik bahkan dia membuat grup Whatsapp agar komunikasi dengan Para Kepala Sekolah tetap terbangun dengan baik dan bersinergitas mengawal kegiatan pendidikan di wilayah Kabupaten Mamuju, tegas Nurding.

Namun demikian tidak semua Kepala Sekolah Dasar yang ada itu di Mamuju dapat diakses secara aktif mengingat Kondisi keterbatasan akses jaringan internet disebagian wilayah Mamuju, selain itu sebagian dari Kepala Sekolah sudah berusia lanjut dan kesulitan menggunakan HP Android.

Nurding berharap semoga Pandeni Covid 19 ini segera berlalu dan pulih seperti sediakala sehingga kita dapat beraktifitas lagi utamanya dalam proses Belajar Mengajar di Wilayah Kab Mamuju dan Sulbar Pada Umumnya dapat Pulih seperti Sediakala, pungkas Nurding.(edi/wd).

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *