oleh

Mentan SYL Sebar Bibit Jagung. Tapi Saat Panen Harga Anjlok?

oleh : H. A. Taufan Binuang

Wartadedikasi.com, Mamuju – Bagi Petani tentu sangat gembira jika dibantu Bibit jagung, dan berharap semoga dapat ditanam dengan baik dan hasilnya bisa melimpah.

Lebih Sempurna lagi jika pemerintah dapat membuat kesepakatan harga dengan pihak pabrik pakan sekaligus tidak melakukan import jagung.

Tapi, petani akan lebih semangat jika harga Jagung tetap stabil saat panen karena dengan upaya pemerintah menjaga kestabilan harga maka petani dapat Mandiri menemukan solusi sendiri agar dapat menanam Bibit berkualitas tanpa harus dibantu Bibit gratis Dari pemerintah.

Petani tidak terlalu mempersoalkan jika tidak dibantu bibit asal saja pemerintah mampu menjaga kestabilan harga sebagaimana beras dan minyak.

Biasanya, Para tengkulak kadang menjadi kambing hitam saat panen yang dituding menjadi penyebab harga anjlok dan merugikan Para petani kecil sehingga semangat Para petani untuk menanam kembali menjadi surut dan membiarkan Lahan yang subur kembali menjadi terlantar.

Hal inilah yang terus menghantui Para petani dan merasa was – was untuk mengelola lahannya dengan baik dan all out. Sekaligus membuat semangat Para pemuda Desa menjadi kendor untuk terjun sebagai petani dan lebih memilih menyerbu Ke kota mengadu nasib dan meninggalkan Lahan subur ditinggal terlantar.

Semoga kehadiran Menteri Pertanian, Dr. Syahrul Yasin Limpo di kabupaten Mamuju Sulawesi Barat pada hari sabtu, 07 desember 2019 lalu, selain menebar sekian banyak bantuan Bibit, diharapkan juga agar ikut memikirkan stabilitas harga saat petani panen raya kelak agar tidak menjadi anjlok yang dampaknya merugikan petani.(*/wd)

Baca: https://wartadedikasi.com/mentan-ri-di-sulbar-agenda-pertemuan-dengan-pemerintah-se-sulbar/

Baca: https://wartadedikasi.com/syahrul-yasin-limpo-masyarakat-harus-lebih-produktif/

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *