oleh

Pantai Tanjung Ngalo Surga Di Bumi Manakarra.

Wartadedikasi.Com,Mamuju –  Bagi warga kabupaten Mamuju dan sekitarnya Pantai Tanjung Ngalo sudah tidak asing lagi bahkan menjadi satu kawasan tujuan rekreasi saat liburan atau waktu senggang bahkan pelancong lintas kabupaten dan Provinsi pun terkadang mampir sejenak menikmati keindahan Pantai Pasir putih yang masih asri itu.

Tanjung Ngalo adalah sebuah wilayah pesisir yang garis pantainya dipenuhi pasir putih yang masih alami sepanjang ratusan meter membentang sepanjang Desa Dungkai di Kecamatan Tapalang Barat Kabupaten Mamuju Provinsi Sulawesi Barat.

 

Meski terbilang cukup dekat dari pusat Kota Mamuju ibukota provinsi Sulbar, namun kawasan.Pantai ini masih terbilang jauh dari kesan ramai dan mewah sebaliknya masih sunyi dari hiruk pikuk perkotaan sehingga sangat ideal untuk menjadi tujuan melepas kepenatan dan relaksasi dari rutinitas warga kota bersama keluarga.

Surga yang tersembunyi

Tanjung Ngalo merupakan tempat wisata pinggir pantai yang memiliki pemandangan yang sangat indah. Hamparan pasir menjulur ratusan meter dari bibir pantai menjadi pemandangan yang menakjubkan bagaikan surga yang tersebunyi yang dikelilingi Pohon Bakau.

Suasana yang jauh dari pemukiman ditambah dengan rindang-nya pohon di sekitar, pantai berpasir putih tersebut akan membuat para pengunjung terasa nyaman untuk bersantai.

Dengan fasilitas yang tersedia di wisata pasir putih itu seperti Gazebo yang cocok untuk liburan bersama sanak keluarga. Selain itu, banyaknya pohon disekitar pantai serta luasnya lokasi wisata,  begitu pas bagi pengunjung  yang ingin melakukan camping/berkemah menikmati malam di bibir pantai.

Tak hanya itu, wisata Tanjung Ngalo menyajikan tempat-tempat yang cukup keren lainnya untuk mengabadikan momen liburan.  Selain wisata pantai, tempat itu juga menawarkan wisata tanaman bakau. Hal ini terlihat dengan adanya jembatan yang menyusuri diantara tanaman bakau sebagai akses untuk menikmati rindang-nya pohon.

Akses Jalan Menuju Tanjung Ngalo

Untuk bisa sampai ke lokasi wisata Tanjung Ngalo, pengunjung akan menelusuri jalan sekitar 10 Km dari Jalan Trans Sulawesi Poros Majene – Mamuju, Desa Tampalang , Kecamatan Tapalang. Akses menuju lokasi pun terbilang cukup baik, dan bisa dilalui kendaraan roda Dua dan Empat. Namun, masih ada beberapa lubang di jalan, serta jembatan. Hal ini perlu menjadi perhatian Pemerintah Kabupaten Mamuju.

Akses menuju objek wisata dibuat jalur baru guna mempermudah pengunjung untuk sampai ke lokasi. Terdapat juga jalan setapak di sekitar pantai untuk kenyamanan para pengunjung wisata lalu lalang di areal tersebut.

Planning Tanjung Ngalo Go Internasional

Menyadari potensi Sumber daya Alam Pantai Tanjung Ngalo, Bupati Mamuju Habsi Wahid sejak 2016 telah mendorong pengembangan Tanjung Ngalo sebagai satu program Pariwisata yang cukup penting. Selain itu telah dibangun Jalan Beton dari jalan Poros desa Dungkait ke pantai Tanjung Ngalo sehingga kendaraan kini bisa langsung merapat di kawasan wisata tersebut. Dan kedepan Bupati Habsi Wahid telah membuat masterplan pengembangan Kawasan Wisata Tanjung Ngalo menuju Go Internasional

Pemerintah Provinsi pun mendukung sepenuhnya berdasarkan Perda nomor 1 tahun 2019 yang menetapkan Kawasan pantai Tanjung Ngalo sebagai salah satu Destinasi kawasan Wisata Strategis di Provinsi Sulawesi Barat sehingga menjadi tanggung jawab Pemerintah Provinsi Sulbar bersama Pemerintah Mamuju untuk mengembangkan kawasan wisata Tanjung Ngalo sehingga layak menjadi salah satu tujuan utama wisatawan mancanegara.

Karena itu diperlukan sarana Infrastruktur Jalan yang baik dan tersediaan transportasi umum dari Mamuju atau Tapalang ke kawasan Pantai Tanjung Ngalo, begitupula tersedianya sarana lain seperti rumah Ibadah, wisma,bungalow, Sarana air bersih,MCK umum serta jaringan komunikasi yang lancar untuk memenuhi kebutuhan dan kenyamanan para wisatawan sehingga betah berlama-lama disana.

Dan tak kalah pentingnya adalah menumbuhkan para UMKM untuk wisata Kuliner khas setempat serta wisata budaya dengan atraksi pertunjukan kesenian serta mendukung handycraft atau kerajinan khas sebagai cendera mata bagi para pelancong yang pada akhirnya menjadi sumber pendapatan bagi masyarakat setempat.

Editor: damsir/wd

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *