oleh

Sanksi Tegas Jika Salurkan Tabung Gas Subsidi Ke-Pengecer Tidak Sesuai Aturan

Wartadedikasi.com, Mamuju — Dalam penyaluran atau jual beli tabung gas elpiji 3 kilogram subsidi ke-masyarakat, penjual eceran tabung melon tidak ada dalam aturan.

Hal itu dikatakan Achmad Setiawan selaku Kepala Bidang Perlindungan Konsumen, Dinas Perdagangan Kabupaten Mamuju, Sulbar saat diwawancara. Selasa (10/12/19)

“eceran itu tidak ada dalam aturan, yang ada dalam aturan itu, pertama spbe, trus kedua ke agen, sudah dari agen ke pangkalan saja” kata Achmad saat menghadiri kegiatan dikantor Bupati Mamuju.

Achmad menjelaskan, kebijakan pemerintah untuk pengecer tetap dibolehkan, namun pengecer hanya berhak mengambil tiga tabung gas elpiji 3 kg dari pangkalan untuk diperjual belikan setiap harinya.

“Pengecer kita kasih kebijakan boleh, maksimal tiga dia ambil dari pangkalan, melebihi itu sudah kita larang karna masyarakat yang pasti menumpuk disitu karna kalau pengecer sudah banyak dia tumpuk, pasti harganya dimainkan kalau langkah lagi” jelasnya.

“Jadi yang paling harus kita tekan disini pangkalan, karna kapan pangkalan memberikan lebih dari pada kesepakatan pernah, ya sudah salah pangkalannya. Kalau ada pangkalan ataupun pengecer yang menjual lebih dari pada harga kesepakatan, yakni HET” tambahnya.

Harga Eceran Tetap (HET) pada pangkalan, pemerintah memberi kebijakan harga maksimal 18 ribu yang sebelumnya 15.900 rupiah.

“Sementara kita godok aturannya tapi sudah kita biarkan mereka dulu menjual seharga 18 ribu” lanjut Achmad.

Juga disampaikan Achmad, jika ketahuan memperjual belikan tabung gas elpiji 3 kg diatas HET 18 ribu, pihak pemerintah akan melakukan sidak.

“Diatas dari 18 ribu, masyarakat boleh melapor dimana membeli 18 ribu, nanti kita turun sidak” ungkapnya.

Jika terbukti ada permainan harga, dan penyaluran tabung melon yang tidak sesuai dengan aturan, pihak pemerintah akan menindak tegas sesuai dengan aturan yang berlaku.

“Sanksi, kalau lebih dari tiga, kita ada kebijakan, kita liat situasi dan tempatnya, contoh digunung. Tapi kalau dalam kota, ada yang melanggar melebihi dari tiga, dan terus melebihi harga het, kita akan sanksi, pangkalannya akan ditutup, sesuai perjanjian dengan agennya” tegas Achmad dihadapan awak media.(syam/wd)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *