by

SPBU Layani Jerigen, DPRD Pasangkayu Beri “Lampu Hijau”?

Wartadedikasi.com, Mamuju — Pengisian BBM dengan wadah jerigen menjadi pemandangan yang lumrah di sejumlah SPBU kabupaten pasangkayu pada malam hari. Namun Diduga tidak mengacu pada Standar Oprasional Prosedur (SOP), tidak melihat aspek keselamatan bersama.

Secara terang-terangan pihak SPBU di Kab. Pasangkayu melakukan pengisian BBM dengan wadah jerigen. Sedangkan pembelian bensin menggunakan jerigen plastik tidak di perbolehkan, sebab berkaitan dengan istilah ‘segitiga api’ (BBM, Panas dan Udara Cukup). Jerigen plastik juga mengandung listrik statis yang dapat memicu api.

Dari hasil pantauan awak media ini, situasi di sejumlah SPBU Pasangkayu, tak jauh berbeda, pada malam hari berjubel antrian kendaraan roda empat yang memuat puluhan jerigen markir di SPBU. Tampak Sejumlah konsumen dan pegawai SPBU melakukan pengisian BBM dengan jerigen secara bergantian tanpa ada rasa canggung. Tampak terlihat tidak ada larangan dari pihak manapun.

Maraknya aktivitas tersebut, pemerintah maupun pihak terkait sepertinya menutup mata. Di nilai ada pembiaran.

Di konfirmasi salah seorang staf SPBU Bulucindolo Pasangkayu (74 915 09); Gunawan. Dirinya membenarkan SPBU yang di kelolanya melayani pengisian BBM menggunakan jerigen. Namun, hal itu di peruntukkan bagi yang resmi, memiliki rekomendasi dari pemerintah setempat.

“Iye pa ada pengisian jergen bagi resmi ada izin”, kata Gunawan via watsaap, di akui dirinya bagian pengawas SPBU Bulucindolo Pasangkayu yang merupakan grup SPBU H. Asnudin sokong. Selasa (28/01/20)

Juga di peroleh hasil konfirmasi dari pihak SPBU Ako Pasangkayu yang di ketahui merupakan grup SPBU H. Laumma di Mamuju. Di sampaikan melalui Fadri staf di SPBU H. Laumma Mamuju. Pengisian BBM dengan wadah jerigen sudah pernah dirapatkan bersama DPRD Pasangkayu dan telah mendapat persetujuan.

“Sudah saya konfirmasi ke Ako (SPBU Ako Pasangkayu; red),, untuk pengisian jerigen itu rekomendasi untuk nelayan dan untuk pelosok,, itu sudah dirapatkan di DPR dan di sepakati”, fadri dalam keterangaanya via watsaap. Selasa (28/01/20)

Foto : situasi pengisian BBM menggunakan jerigen di SPBU AKO Pasangkayu. Senin malam (27/01/20)

Sehubungan dengan penyampaian dari SPBU Ako Pasangkayu. Di konfirmasi Ketua DPRD Pasangkayu, Hj. Alwiyati sepertinya enggan memberi tanggapan.

“Saya di jakarta. Iye ada apa” ibu Alwiyati saat di coba konfirmasi via watsaap. Namun tak menanggapi lebih lanjut terkait DPRD Pasangkayu telah memberi persetujuan pengisian BBM dengan wadah jerigen di sejumlah SPBU Pasangkayu. Saat di konfirmasi via telpon, belum ada jawaban hingga berita ini di tayangkan (29/01/20)

Pengisian BBM dengan jerigen di sejumlah SPBU yang berada di wilayah kab. Pasangkayu secara bebas, di nilai akan memberi celah bagi oknum tidak bertanggungjawab melakukan penimbunan BBM.

Berikut peraturan mengenai penggunaan jerigen di SPBU Pertamina:

1. SPBU hanya boleh menyalurkan Bahan Bakar Premium dan Minyak Solar (Bersubsidi/PSO) untuk penggunaan akhir dan dilarang keras menjual Premium dan Minyak Solar pada wadah kemasan/jerigen untuk dijual kembali ke konsumen.

2. Penjualan Bahan Bakar Khusus Jenis Gasoline Series (Pertalite, Pertamax, Petamax Turbo) dapat dilayani menggunakan wadah kemasan/jerigen yang terbuat dari material dari unsur logam.

3. Penjualan bahan Bakar Khusus Jenis Diesel Series (Pertamina Dex, Dexlite) dapat dilayani dalam wadah kemasan/jerigen yang terbiat dari bahan/material dari unsur logam atau bahan HDPE (High Density polyethylene) sejenis thermoplastic khusus yang terdapat simbol HDPE2 pada kemasannya.

Laporan; TIM

Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *