oleh

Sudah 180 Napi di Sulbar Dilepas Bersyarat Di Masa Pandemi Covid-19

Sesungguhnya pelepasan bersyarat ini tidak kaitannya dengan Pandemi Covid 19 karena memang sudah dalam proses secara bertahap, Jelas Elly Yuzar Kadiv Pemasyarakatan Kanwil Hukum dan HAM Sulbar

Wartadedikasi.Com, Mamuju – Hingga awal bulan Mei setidaknya 180 orang tahanan lembaga pemasyarakatan di Sulbar sudah dibebaskan secara bersyarat setelah mereka menjalani dua pertiga dari masa tahanan.
keputusan pembebasan ini dilakukan berdasarkan keputusan menteri Hukum dan Hak Azasi Manusia,sebagaimana di jelaskan Elly Yuzar Kepala Divisi Pemasyarakatan Kantor Wilayah Kemenhum Ham provinsi Sulawesi Barat. Kamis 14/05/2020.

Tahun 2020 ini kementerian Hukum dan HAM targetkan melepas secara bersyarat sebanyak 69.300 orang Napi di seluruh Indonesia.dan ini sudah di setujui oleh Presiden Jokowi beberapa waktu lalu sebelum Covid-19 mewabah di tanah air karena pertimbangan Lapas saat ini sudah over kapasitas.

Jadi bicara tentang Asimilasi atau pembebasan bersyarat ini bukan barang baru untuk dibahas namun karena di masa COVID19 dilakukan secara terbuka dan diumumkan lewat media dan serentak dikeluarkan sehingga membuat kaget bahkan menjadi bahan opini publik. Karena itu perlu kami jelaskan bahwa sesungguhnya pelepasan bersyarat ini tidak kaitannya dengan Pandemi Covid 19 karena memang sudah dalam proses secara bertahap.

Menurut Elly Yuzar, Kondisi Lapas kita saat ini sudah Over Kapasitas tidak sebanding dengan ruangan yang tersedia alias sudah padat sehingga kondisinya malah tidak sehat sehingga perlu pelepasan bersyarat utamanya bagi mereka yang sudah menjalani masa tahanan Dua pertiga dari vonis pengadilan.

Dimasa pandemi Covid 19 ini pihak Lapas memperketat pengamanan dari interaksi dengan warga diluar, karena bisa dibayangkan jika di Penjara ada yang Terpapar Covid 19 dengan Kondisi Rutan yang Padat penghuni Ini tentu saja akan sangat banyak yang terpapar Covid Dalam Lembaga, dan sangat berpotensi membuat Panik Para Napi Dan Bisa Bisa Mereka akan Nekat Untuk Keluar Dari Lembaga Secara Paksa.Hal ini tentu saja kita hindari sehingga menjadi salah satu pertimbangan Pemerintah dalam meminimalisir resiko yang bakal timbul dikemudian hari, namun tetap dengan pertimbangan pembebasan bersyarat bagi Napi yang sudah menjalani dua pertiga dari Masa tahananannya sesuai vonis pengadilan hingga akhir desember 2020 ini

Elly Yuzar mengungkapkan keprihatinannya bahwa dampak Covid 19 Ini sangat Luar biasa pengaruhnya bagi masyarakat, bahkan membuat angka Kemiskinan masyarakat semakin tinggi lantaran sulitnya mendapat uang yang berdampak pada meningkatnya angka kejahatan. Begitupun dengan keberadaan Covid 19 ini berpengaruh secara psikologi terhadap aktivitas keseharian kita, jelas Elly Yuzar.(edi/wd)

banner 728x90

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *