oleh

Tanggapi Pernyataan SDK Saat Reses Di Lelling, Tim Lowyer Habsi-Irwan Lapor Ke Bawaslu Ajukan Somasi

Apabila somasi terbuka ini tidak di indahkan, maka kami akan mengambil langkah hukum dengan melaporkan hal ini ke pihak kepolisian, karena apa yang telah disampaikan kami nilai menyerang nama baik dan kehormatan klien kami.” pungkas Erwin.SH

Wartadedikasi.Com, Mamuju– Suhu Politik di Masa Kampanye kian menghangat seiring Beredarnya video saat Kegiatan Reses DR Suhardi Duka Anggota DPR RI Dapil Sulbar di Desa Lelling Kecamatan Tommo, membuat gerah para Pendukung dan simpatisan Paslon nomor urut 2 Habsi wahid-Irwan SP Pababari, Tim Lawyer Pun bersikap dengan mendatangi Bawaslu Mamuju, selasa, 27/10/2020.

Kedatangan Tim Lawyer Habsi – Irwan ke kantor Bawaslu Kabupaten Mamuju dengan agenda melaporkan dugaan pelanggaran yang dilakukan oleh salah satu anggota DPR RI yakni DR . Suhardi Duka, jelas Nasrun, SH kepada laman ini.

” hari ini, Selasa (27/10/20 kami dari kuasa hukum Habsi – Irwan datang ke Bawaslu Kabupaten Mamuju untuk melaporkan terkait agenda reses salah satu anggota DPR RI yakni DR. Suhardi Duka di Desa Leling, Kecamatan Tommo, Kabupaten Mamuju pada, (16/10/20) lalu”,jelas Nasrun SH.

Pihaknya menilai bahwa dalam agenda reses tersebut bernuansa politik dan merugikan kliennya.

” Dalam video yang kami dapatkan, konten video tersebut bernuansa politik, dalam hal ini melakukan kampanye salah satu Paslon dalam Pilkada serentak tahun 2020,” kata Nasrun.

Selain itu, menurut kami, dalam video tersebut bahwa kontennya sangat merugikan klien kami, oleh karena itu, kami dari tim hukum Habsi – Irwan melakukan pelaporan di Bawaslu,” ujar Nasrun.

Ditanya soal bukti – bukti apa yang diajukan, pihaknya menyampaikan berupa bukti video dari kegiatan tersebut termasuk akan menghadirkan dua saksi yang ikut hadir dalam agenda reses.

Lanjut Nasrun ungkapkan bahwa konten yang dianggap merugikan kliennya itu salah satunya bahwa dalam video tersebut, Suhardi Duka menggunakan bahasa “Ganti Bupati ” dan ada pernyataan yang menggunakan bahasa daerah dalam hal ini bahasa Mamuju yang mengatakan ” Kambi” yang jika diartikan itu pelit, sehingga tentu dengan melihat konten dalam orasi tersebut, sangat merugikan klien kami.

Tak hanya laporan, kuasa hukum Habsi – Irwan ini pun melayangkan somasi terbuka kepada Suhardi Duka termasuk akan menyurat ke Badan Kehormatan DPR RI.

” Selain kami memasukkan laporan, kami juga melayangkan somasi terbuka dan apabila Suhardi Duka tidak melakukan permohonan maaf, sebagaimana kami tentukan dalam somasi terbuka, maka kami akan tetap melakukan langkah hukum termasuk akan menyurat ke Badan Kehormatan DPR RI,” tegas Nasrun.

Kami berpendapat bahwa, reses itu bersumber dari keungan negara, jadi tidak boleh bernuansa politik atau mengkampanyekan salah satu Paslon,” pungkas Nasrun.

Sementara ditempat yang sama, Erwin SH yang juga kuasa hukum Habsi – Irwan membacakan somasi terbuka kepada Suhardi Duka.

Dalam surat somasi tersebut, dengan nomor HI – 005/X/2020 kuasa hukum Habsi Irwan menilai Suhardi Duka dengan sengaja menyerang kehormatan kliennya.

Dua poin penting dalam surat somasi terbuka yang dibacakan Erwin, SH diantaranya :

1. Bahwa beredar video dalam acara reses tersebut, dimana bapak DR Suhardi Duka, MM memberikan orasi dengan beberapa kali menyampaikan untuk mengganti Bupati dengan mengarah ke Klien kami dan mengatakan klien kami ” Kambi” dihadapan masyarakat yang menghadiri reses di Desa Leling Kecamatan Tommo.

2. Bahwa dalam sambutan itu pula, DR Suhardi Duka, MM, mengatakan jika dirinya yang menjadikannya Bupati, hal ini tidak benar, karena yang mengangkat klien kami menjadi Bupati adalah rakyat atau masyarakat Kabupaten Mamuju, dimana seorang kepala daerah dipilih oleh rakyat dan untuk rakyat.

Dari dua alasan tersebut, kata Erwin , kami selalu kuasa hukum Drs. Habsi Wahid, MM, memberikan waktu kepada DR. Suhardi Duka, MM, untuk meminta maaf kepada klien kami secara terbuka di depan masyarakat Mamuju terkhsusus di Kecamatan Tommo.

Tim Lawyer Tegaskan apabila somasi terbuka ini tidak di indahkan, maka kami akan mengambil langkah hukum dengan melaporkan hal ini ke pihak kepolisian, karena apa yang telah disampaikan kami nilai menyerang nama baik dan kehormatan klien kami.” pungkas Erwin.SH.#rls/wd

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *